Judi Piala Dunia : Pelaku Berbasis Cryptocurrency Dibekuk Polisi

Berita Poker - Otoritas Tiongkok dilaporkan telah menangkap enam pelaku dibalik aksi judi piala dunia 2018. Aksi itu dianggap ilegal karena para pelaku memanfaatkan cryptocurrency yang tidak diatur oleh pemerintah Tiongkok. Para pelaku berhasil mengumpulkan 10 juta yuan atau sekitar 21 milliar dalam bentuk cryptocurrency.

Platform Judi piala dunia ini juga berjalan di dark web, sehingga tidak dapat diakses melalui mesin pencari biasa. Usai penangkapan, polisi setempat segera membekukan aset para pelaku dibank dan menyita seluruh mata uang virtual yang terkumpul. Kepolisian setempat menyebut selama delapan bulan terakhir, para pelaku berhasil menjaring 330 ribu pengguna terdaftar dari sejumlah negara.

"Para pelaku juga mengakali termasuk memanipulasi peluang para anggota, sehingga kemungkinan kecil para peserta untuk dapat memenangkan taruhan judi piala dunia," tutur pihak kepolisian.

Tak hanya itu, mereka juga membangun tim yang terdiri lebih dari delapan ribu agen. Mereka bertugas untuk mencari anggota baru dengan memanfaatkan skema piramida dan akan mendapatkan komisi bila berhasil merekrut anggota baru. Sekadar informasi, pemerintah Tiongkok sejak september tahun lalu memang sudah menutup transaksi cryptocurrency dinegara tersebut. Kegiatan initial coining offerings telah dilarang, termasuk penggalangan dana berbasis cryptocurrency.

Tiongkok Bakal Tutup Aktivitas Penambangan Bitcoin

Hasil gambar untuk bitcoin

Awal tahun ini, kiprah penambangan bitcoin di Tiongkok memang disebut akan segera berakhir. Alasannya, regulator negara tersebut dilaporkan tengan meminta para pemerintah daerah agar menutup aksi penambangan bitcoin diwilayahnya. Berdasarkan bocoran dokumenyang dilaporkan bloomberg dan reuters, Tingkok juga berencaana membatasi pasokan listrik kepelaku penambang bitcoin. Di Tiongkok, diketahui memang ada perusahaan yang menjalankan aksi penambangan bitcoin.

Keberadaan mereka dianggap bermasalah karena konsumsi listrik yang dibtuhkan para pelaku tersebut begitu besar. Padahal, pemerintah sedang berupaya mendistribusikan listrik lebih merata ke sejumlah daerah. Penambangan itu juga menghasilkan saham spekulatif yang dikenal sebagai virtual currencies sehingga dianggap terlalu berisiko.

Dalam dokumend itu juga disebutkan agar pemerintah daerah mengajak penambangan bitcoin untuk keluar dari bisnisnya. Mereka juga diminta untuk melaporkan informasi terkait fasilitas penambangan bitcoin yang berada diwilayahnya. Termasuk jumlah pelaku yang sudah keluar.

Salah seorang pegawai pemerintah telah mengonfirmasi kebenaran dari dokumend tersebut. Menurutnya keputusan untuk pembatasan penambangan bitcoin ini dbuat dalam pertemuan yang digelar november tahun lalu. Sejumlah pihak juga menyebut, peraturan ini keluar menyusul keputusan bank sentral Tiongkok untuk menutup operasi pasar bitcoin dinegara tersebut pada september 2017 lalu. Langkah itu dipilih karena mata uang virtual tersebut dianggap berisiko dan spekulatif.

Sekadar informasi, Tiongkok diektahui telah menyumbangkan lebih dari 2/3 penambangan bitcoin di seluruh dunia. Negara itu dikenal memiliki pabrik penambang bitcoin berskala besar. Sejumlah penambang besar juga dilaporkan telah memindahkan aktivitasnya keluar negeri, seperti Kanada dan Amerika Serikat. Namun belum dapat dipastikan apakah regulasi ini akan efekif mengurangi penambangan bitcoin.

Tak Hanya Terjadi di Tiongkok

Hasil gambar untuk bitcoin

Pembatasan terhadap aktivitas bitcoinjuga dilakukan oleh regulator korea selatan. Hal ini diketahui setelah regulator dinegara tersebut melakukan inspeksi gabungan terhadap enam bank lokal yang menawarkan rekeningmata uang virtual diberbagai lembaga. Penggunaan mata uang virtual seperti bitcoin yang kian meningkat dikhawatirkan dapat menyebabkan lonjakan kejahatan. Dilansir Reuters, penyelidikan gabungan ini dilakukan oleh Financial Services Commision (FSC) dan Financial Supervisory Service (FSS).

Chairman FSC, Choi Jong-ku, dalam keterangan resmi mengatakan kedua regulator akan memeriksa apakah bank-bank tersebut mematuhi regulasi antipencucian uang dan penggunaan nama asli untuk membuat rekening.

"Mata uang virtual saat ini tidak berfungsi sebagai alat pembayaran dan digunakan untuk tujuan ilegal seperti pencucian uang, penipuan, dan aktivitas investor yang tidak benar," ucap Choi.

Enam bank yang diselidiki adalah H Bank, Industrial Bank of Korea, Shinhan Bank, Kookmin Bank, Woori Bank dan Korea Development Bank. Perwakilan NH Bank dan Shinhan Bank menolak berkomentar sedangkan sisanya belum bisa dihubungi. Dijelaskan Choi, regulator akan mencari cara untuk mengurangi risiko terkait perdagangan cryptocurrency tersebut di Korsel. Langkah ini akan termasuk menutup berbagai lembaga atau perusahaan yang menggunakan mata uang tersebut.

Baca juga : prediksi togel terbaik dari kami

Bagi anda yang tertarik untuk mencoba memainkan permainan judi online, berikut saya rekomendasikan situs dominoqq online terpercaya.

Category: Berita PokerTags:
author
No Response

Leave a reply "Judi Piala Dunia : Pelaku Berbasis Cryptocurrency Dibekuk Polisi"