Anton Medan : Orang Besar di Balik Judi Online

0 25

Berita Poker - Anton medan bak legenda kelam negeri ini. Ia mantan preman pada era 80-an. Bolak-balik masuk bui karena kasus perampokan. Tapi sekarang pembawaannya sudah berbeda, lebih kalem, malah punya pesantren. Sore itu kami diajak duduk disebuah ruko berlantai 2 untuk berbincang santai. Dia mengaku heran dengan kedatangan kami. Lalu dahinya menyerngit. "Saya dulu bandar judi tapi jarang ditanyai soal judi. Makanya agak aneh kamu datang kesini nanyain soal itu.

Dulu saat masih bangor, Anton medan sempat menjadi bandar judi di Jakarta.

Memang bandar kelas teri, tapi dari situ dia mulai mengenal para pemain dan bandar judi kelas kakap. Salah satunya putera Sampoerna.

Putera Sampoerna Kini Memiliki Bisnis Judi Online Beromzet Ratusan Miliar Perbulan

"Bukan hal yang asing lagi bagi orang. Sudah pada tahu, enggak cuma dia, masih banyak lagi kok,"kata Anton medan sembari mengangguk-angguk.

Selain judi online, Anton menyebut bandar judi kelas elite biasanya juga menyediakan judi baccarat jenis permainan judi dengan menebak isi kartu. Arenanya disebuah hotel khusus yang sudah dipesan. Permainannya kalangan orang berkantung tebal dari beberapa kota di Indonesia.

"Bandar paling besar itu Putera Sampoerna, dia terima pemain dari Jawa Timur, Bandung dan banyak lagi. Ambil hotel, orang keluar masuk biasa enggak ada yang tahu,"tambahnya.

Meski begitu, praktik judi terselubung di hotel-hotel sudah mulai ditinggalkan karena resiko keamanan. Para pemain kini sering terbang ke Singapura jika ingin berjudi. Dinegeri jiran itu, ada 2 tempat judi favorit orang Indonesia, Marina Bay dan Sentosa Island. Biasanya para penggila judi datang ke Singapura pada akhir pekan, sekalian liburan. Malah pengunjung tempat-tempat judi di Singapura banyak berasal dari indonesia. Mayoritas kalangan pejabat dan politikus.

"Minimal 51 persen tmpat judi di luar negeri Asia Tenggara orang kita. Kalau di Singapura paling banyak dari orang pajak gubernur, politisi juga, artis juga ada. Saya tidak bisa sebut namanya, kalau mau tau saya bisa tunjukkan," ujar Anton medan.

Selain ke Singapura, kini ada judi online. Tak hanya penjudi besar yang bisa menikmatinya, kalangan menengah pun bisa ikut. "Bisa main lewat HP, bayar pake mobile banking, tinggal transfer, canggih,"tuturnya.

Hasil gambar untuk anton medan

Kerjaan Judi yang Digawangi Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia

Kabar angin mengenai kerjaan judi yang digawangi salah satu orang terkaya di Indonesia itu sempat ramai pada Maret 2005. Usai putera Sampoerna menjual perusahaan rokok yang dirintis orang tuanya sejak 1963, kabar drinya mengakuisisi mansion - salah satu perusahaan judi terbesar didunia yang berbasis di Gibraltar, wilayah denpendensi Britania Raya, beredar.

Saat itu, dia melepas saham mayorritas PT HM Sampoerna sebesar 98% atau senilai Rp 48 triliun ke Philip Moris Internasional, perusahaan rokok terbesar asal Amerika Serikat. Jumlah saham yang dilego sebanyak 1.753.200.000 lembar. Padahal saat itu kinerja bisnis perseroan lagi naik daun. Dikabarkan, duit hasil penjualan PT HM Sampoerna sebagian besar dipakai buat membeli sejumlah perusahaan dibanyak lini usaha.

Pada Mei 2006, The Independent media arus utama di Inggris memberitakan, Putera mengakuisisi Mansion, Mansion Group pun dianggap perusahaan yang sukses menancapkan kukunya dipasar judi Asia dengan bendera Mansion88 atau M88. Mansion88 sempat menjadi sponsor klub-klub sepakbola menjadi kekuatan utama dalam bisnis judi online.

Selain Mansion, Putera juga diberitakan membeli kasino Les Ambassadeirs di London dengan harga 120 juta poindsterling. Ditangan Putera, Mansion mulai menjadi bandar besar dipasar judi Asia. Bisnis Mansion semakin tokcer di Asia Tenggara setelah mendapat lisensi dari pemerintah Filipina untuk membangun jaringannya di Manila. Maklum dinegara Duterte itu, judi dilegalkan.

Bandar Judi Kelas Atas Mulai Mengintip Pasar di Timor Leste

"Sekarang buka di Timor Leste. Bandar judi di Asia Tenggara itu orang-orang kita juga,"ungkap Anton.

Gayung bersambut, kepala unit IV Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya, Kolpol Fian Yunus sempat mengakui, ada beberapa WNI yang menjadi bandar besar dai sindikat judi online lintas negara. Para bandar biasanya merekrut dan membawa anak buah dari Indonesia untuk di perkerjakan di Filipina dan negara jiran lainnya sebagai CS dan bagian pemeliharaan server. Setelah itu mereka kembali dikirim ke Indonesia untuk menjadi Agen yang bertugas menggaet calon-calon pemain.

Tapi, mengungkap otak dibalik bisnis judi online bukan perkara enteng, Musababnya sindikat judi online membuat dan memindahkan server kebeberapa negara tetangga yang melegalkan judi seperti di Filipina, Kamboja, Thailand dan Singapura. Dinegara-negara itu, praktik judi dilokalisir. Di Indonesia praktek perjudian tidak ada tempat.

"Mereka sewa server disana, buat server disana. Kemudian mereka memasukkan konten-konten berbahasa Indonesia agar bisa diakses oleh orang Indonesia,"ungkap Fian.

Jumat, 20 juli 2018, tim Medcom Files pun mendatangi kantor Putera Sampoerna Foundation di Gedung Sampoerna Strategic Square North Tower, Kalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Di yayasan ini, putera menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Rencananya kami ingin mengonfirmasikan kepemilikan Putera di Mansion. Namun Putera yang kami cari tidak ada ditempat. Petugas yang berjaga-jaga belum bisa memberikan waktu untuk wawancara. Kami pun sempat menghubungi Angelica, staf bagian Humas Sampoerna Academy - salah satu unit bisnis dibawah bendera PSF. Namun dia mengaku tidak bisa membantu rencana konfirmasi kami.

"Bapak sudah tidak terlibat langsung didalam bisnis (SA). Saya tidak bisa bantu untuk request tersebut,"tulisnya melalui layanan pesan instan Whatsapp.

Hasil gambar untuk putera sampoerna

Yang Tak Tersentuh

Sederet nama raksasa judi internasional sudah banyak dikenal orang, baik penggila judi, bahkan awam sekalipun. Nama-nama itu kerap muncul mensponsori klub-klub sepak bola besar, bahkan beriklan secara terang-terangan dijejaring internet. Sebut saja Bwin, Sbobet, Bet365, Nextbet dan tentu saja Mansion88. Malah Mansion88 pernah mensponsori acara nonton bareng sepakbola di beberapa salah satu kedai besar di Jakarta.

Berdasarkan pengamatàn kami, dari nama-nama besar perusahaan judi itu sebagian sudah tidak bisa lagi diakses di Indonesia, seperti Bwin dan Bet365. Kalaupun bisa tentu dengan akses khusus disamarkan dengan situs lainnya, atau melalui agen seperti Sbobet. Namun hanya 2 nama yang masih mudah ditemukan dan bisa diakses yakni Nextbet milik perusahaan judi besar Asian BGE dan Mansion88. dari sini muncul pertanyaan, mengapa yang lain sulit diakses, sementara Nextbet dan Mansion88 masih melenggang ?

Tak cuma polisi, Kementerian Komunikasi dan Informatika pun mengklaim tetap menaruh perhatian dan lurus pemberantasan judi online. Keduanya membantah tanggapan pembiaran Mansion88 karena ada nama besar dibelakangnya, juga soal isu suap yang melatarinya. Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan tidak tahu-menaruh siapa pemilik situs-situs judi itu. Diapun mengaku tidak mengetahui bila Mansion88 masih melenggang dan cenderung blak-blakan di dunia maya.

Samuel tidak memberikan pernyataaan yang tegas

Samuel tidak memberikan pernyataaan yang tegas terakit anggapan pembicaran tadi. Dia hanya mengatakan, para bandar judi online selalu membuat situs-situs baru setiap kali ada pemblokiran. Memblokir situs judi online sama cepatnya dengan membuat situs judi baru.

"Setiap ada ribuat yang kita tutup, banyak banget. Kita tutup muncul lagi, kita tutup muncul lagi. Ganti-ganti domain kan gampang,"kata Samuel ketika kami temui dikantornya di Gedung Kominfo, Jalan merdeka Barat, Jakarta pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

Belum lagi, banyak pengakses judi online menggunakan aplikasi Virtual Private Network (VPN) yang bisa memanipulasi koneksi jaringan, sehingga bisa mengakses situs-situs yang sudah diblokir.

"Jadi kucing-kucingan, apalagi yang lewat VPN, kita hanya (mengurus) kontennya saja,"pungkas Samuel.

Pada sisi lain, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto malah mengatakan baru mengetahui kabar pemilik mansion88 adalah putera Sampoerna. "Saya baru tau dari anda."

Tapi, Anton Medan tampak tidak percaya bila aparat tidak mengetahui ihwal bos besar Mansion88 adalah Putera Sampoerna. Namun dia memaklumi bila aparat tidak ingin membukanya.

Setiap Bandar Judi Pasti Memberikan Duit Pelicin Agar Bisa Beroperasi

Maka dari itu, lanjut Anton medan, sejak ada judi online tak banyak bandar judi yang tertangkap. Kalaupun tertangkap hanya bandar kelas teri atau agen-agennya saja. Seperti pada kasus penangkapan agen Mansion88 pada Mei 2014. Kala itu 5 orang tersangka didakwa dan dibawa ke meja hijau. Bahkan berdasarkan Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang kami dapat, seorang terdakwa sempat menyebut nama Putera Sampoerna dalam berita acaranya. selaku pemilik Mansion88.

Sayangnya pernyataan itu tidak ditindaklanjuti. Malah pengaddilan membebaskan terdakwa dari beberapa dakwaan, dan memberikan hukuman 3 bulan penjara saja, dipotong masa penahanan. Selepas itu, banyak agen-agen judi online yang digrebek dan ditangkap, namun jarang diproses ke meja hijau. Walaupun ada, hanya mendapatkan hukuman yang ringan. Penangkapan hanya formalitas pemberantasan judi saja, kebutuhan promosi jawabatan atau sekedar meminta upah yang lebih besar.

Setyo pun datar menanggapi isu suap bandar judi kepada oknum aparat hukum

Setyo pun datar menanggapi isu suap bandar judi kepada oknum aparat hukum. "Wah, saya belum tau nih, boleh enggak infonya lebih spesifik oknum Mabes Polrinya,"ucapnya.

"Semua terima juga,"jawab Anton tersenyum tipis.

Ya, soal hubungan judi dengan aparat hukum, diakui buktinya sulit dicari. Bahkan boleh dikata hampir tidak ada dokumen nyata soal pemberian dan penerimaan suapnya. Tapi, bagi Anton Medan, kesadaran seharusnya bisa dihadirkan. Dari catatan kami, hanya ada 1 kasus suap dari agen judi kepada oknum polisi yang pernah muncul ke permukaan. Kasus itu terjadi pada April 2015 dan terendus Divisi Profesi dan Pengaman Polri. Lantas pelaku diseret kemeja hijau.

Saat itu pengadilan Negeri Bandung memvonis 2 anggota polda Jawa Barat, Ajun Komisaris Dudung Suryana dan Brigadir Amin Iskandar, dengan hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp 50juta. Dudung dan Amin didakwa korupsi dengan membantu dan menerima suap dari agen judi online senilai Rp 6,5 miliar.

Sementara Anton meyakini, kasus suap jasa pengaman judi tidak terendus sangat banyak. Harapannya aparat hukum mau serius bersih diri dari oknum nakal yang biasanya terorganisir itu. Dengan begitu judi yang dianggap sebagai penyakit masyarakat bisa diberantas dengan penuh kemauan.

Category: Berita PokerTags:
author
No Response

Leave a reply "Anton Medan : Orang Besar di Balik Judi Online"